Sugeng Rawuh! Blog ini menjadi media untuk berbagi segala hal mengenai psikologi. Selamat belajar psikologi. Selamat merealisasi mimpi.
Minggu, 07 Oktober 2012
Finally, moving~
I'm moving!!
Awalnya, mau meninggalkan blogspot ini karena ga mudeng2 gimana cara makenya *ketahuan gapteknya :DD
Tapi, setelah hampir terusir dari multiply, pindah ke wordpress, berusaha menyelamatkan beberapa butir postingan, hehehe, sayangnya nggak mungkin memindahkan mereka ke wordpress *hiks.. hiks..
Mau nggak, mau dipindahin ke blogspot deh *ketahuan kepaksa :D
But, beyond all of unpleasant things, please enjoy my old post and wait for my new!!
Don't forget to visit me in http://fauziahamalia.wordpress.com/
I'll be happilly waiting :DDD
Minggu, 05 Agustus 2012
Biarkan Daku Mencari
aku mencari,
di helaan nafas,
di decapan lidah,
diuraian air mata,
ataukah di tiap tetesan peluh yang menguning
aku menguntai,
di tengah riuhrendahnya suara
di antara derunya mobil, becak, bus yang berhimpit
mencari sedikit udara yang segar
di dalam renyah dan ramainya gelegak asmara
semuanya kosong
bahkan di dalam siulan burung pagi
ataupun decit pengerat di larut malam
semuanya melompong,
mungkin karena makna terlalu berharga sehingga
arwah kelaparan menghisapnya atau,
karena makna memang tak pernah ada
hanya sebuah khayalan para skizofrenia
kini kugelar lagi sajadah panjang itu
yang mulai menguning dan berkarat,
atau sudah rapuh serat benangnya
kini kubentangkan lagi sajadah itu
mulai kaki buaian hingga..
paling tidak hingga harihari dan malammalamku
menggenapi dan mengganjili hidupku
menjadi pertimbangan terbesar dalam pilihan kuadran prioritasku
kini pasrah dan tunduk itu
kini spirit dan jiwa itu
tumbuh dan menjalar sepanjang sajadah
Februari 2010
Untuk Penyair Itu
tanyaku sore itu ditengah rinai hujan pada penyair berambut palsu
dia hanya tersenyum. memamerkan gigi yang terendam nikotin. menguning
penyair, mengapa kau habiskan waktumu
menggubah ribuan kata, rima, dan bait
gumamku, meringis hampir menangis
padahal lebih baik kau menyapu,
membersihkan gorong hitam para otak udang
menyingkirkan nyeri anak-anak negri,
yang tak terperi
padahal lebih baik kau merangkul
ribuan bilqis, nirmala bonat, atau mungkin aku
yang takut tak mampu lagi menari saat
hujan esok pagi
kau tetap tersenyum, menggeleng sedikit
meluruskan rambut palsumu,
membiarkan aku menangis, menekuni gunungan puisimu
yang tak kunjung ku mengerti
22 Februari 2010
Untuk Apa Saya Bertanya
Untuk apa saya hidup
karena kau hidup
telah hidup
dan harus hidup
Untuk apa saya berjuang
karena untuk hidup harus berjuang
kalau tidak berjuang itu mati
dan tanpa berjuang itu mayat hidup
yang berjalan setelah dikecup dementor
Untuk apa saya ada
karena sudah diciptakan ada
dan dikehendaki ada
variabel-variabel nasib menjadikan ada
sebenarnya tidak ada jawaban
tidak ada pilihan
karena jika hidup memang harus berjuang
jika tidak, mati saja
tapi jangan pernah mengharap surga
pilihan terbaik adalah hidup dengan perjuangan yang tiada kira
menuju satu titik yang nyata dan pasti ada
apa saya perlu lagi bertanya?
15 Juli 2011
*puisi repost dari catatan facebook :)
Sabtu, 04 Agustus 2012
Apa yang Paling Berharga?
Kamis, 26 Juli 2012
Fireworks from The Heart (おにいちゃんのハナビ)
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Kids & Family |
Oniichan no Hanabi, jika diartikan secara literasi berarti kembang api milik Kakak. Bercerita tentang kakak-adik, Taro dan Hana. Hana adalah gadis yang menderita leukimia. Setelah 6 bulan dirawat di rumah sakit, ia menemukan kakaknya menjadi hikikomori (anti-sosial, mengurung diri dan menghindari hubungan sosial). Dari situlah cerita yang hangat ini dimulai.
Cerita bergulir dari usaha Hana menjadikan kakaknya kembali seperti dulu. Memaksanya melakukan pekerjaan part-time dan ikut serta dalam shushokai, kelompok remaja usia 20th. Usaha Hana dan feedback dari Taro itulah yang menyentuh..
Menonton ini membuat saya mengingat kakak saya. Saya perempuan, kakak saya laki-laki. Saya cenderung nyablak, kakak saya lebih perasa. Bedanya, saya tidak sakit leukimia dan kakak saya bukan hikikomori :D
Keluarga dan saudara memang harta yang tak mungkin tergantikan. Darah memang lebih kental dari air, ditambah lagi kekuatan iman-islam lebih kuat menyatukan kami.
Diakhir cerita, Taro mempersembahkan kembang api buatannya yang didedikasikan untuk Hana. Begitu pula Hana, ternyata lewat temannya, ia menitipkan hadiah untuk kakanya dan kembang api dengan pendar jingga. Hangat dan menentramkan. Part ini bener-bener mengharukan. Meleeerr~
Heartwarming movie memang selalu membuat mata sembab dan hidung berleleran.
Wuuahhh, oniichan kakoi!!
Selasa, 24 Juli 2012
You Were Born to be Loved
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Music |
| Genre: | Pop |
| Artist: | Bada (바다) |
Kamu lahir untuk dicintai. Mendengar lagu ini saya teringat paper yang sedang saya tulis mengenai anak yang terlantar. Saya teringat pasien kasus neurosis atau psikosis yang tak mampu menjadi manusia seutuhnya.
Banyak manusia yang tak mampu mencintai karena memang tak pernah dicintai sepantasnya. Semua manusia pantas dicintai karena manusia lahir memang untuk dicintai.
You are born to be loved
You are being loved in your life
You are born to be loved
You are being loved in your life
Through our meeting, God's love that has been from the beginning comes to bear fruits
How great is our joy because of you in this world
You are born to be loved
You are being loved now
You are born to be loved
You are being loved now
Anak mental retarded. Anak dengan disabilitas. Anak yang terlantar. Anak yang rendah diri karena merasa dirinya tak pantas dicinta. Sungguh, setiap kita pantas dicinta. Kamu juga.
You were born to be loved, so love others :)
NB: Saya meng-post lagu ini juga lho, klik di http://afauziah.multiply.com/music/item/20/You-Were-Born-to-be-Loved
Happy listening~
Jumat, 06 Juli 2012
Kamis, 05 Juli 2012
Skripsweet 3: Lagi-lagi Skripsi :)
Jumat, 29 Juni 2012
Adakah yang Menangis saat Saya Mati Nanti?
Selasa, 26 Juni 2012
Sedang Butuh Ditampar!
Minggu, 03 Juni 2012
Ingin Menangis
Rabu, 30 Mei 2012
Dipaksa Memilih atau Memilih Keterpaksaan
'Apakah skeptis dan apatis sama?' Seorang teman bertanya pada saya. Sebentar saya berpikir, kemudian saya menjawab dengan sedikit keraguan. 'Mirip. Skeptis itu cenderung menutup diri dari pendapat orang lain dan apatis itu masa bodoh atau tidak mau peduli'. Ternyata teman saya sedang bimbang. Dia berpikir bahwa sikapnya tidak selalu meng-iya-kan pendapat orang lain itu masuk dalam bentuk skeptis. 'Tidak mudah percaya', begitu katanya.Minggu, 27 Mei 2012
Jatuh Hati
Apa yang membuatmu jatuh hati? Saya jatuh hati pada sesuatu hal yang menarik dan bermakna. Saya jatuh hati pada novel jika ceritanya berdetak dan berdenyut kencang, entah itu membuat saya menahan nafas saat menghayatinya atau malah meneteskan hingga menangis tersedu-sedu.Sabtu, 26 Mei 2012
Minggu, 20 Mei 2012
Memahami Budaya lewat Sastra
Senin, 07 Mei 2012
RISET: Egoisme atau Optimalisasi?
Sudah banyak mahasiswa yang menghujat kinerja DPR yang seenaknya dan meminta milyaran dana hanya untuk WC, sudah menjadi hal yang etis bahwa mahasiswa pun juga seharusnya melihat cermin diri atas kebobrokannya sendiri. Universitas Diponegoro telah berdiri hampir 55 tahun dan telah memiliki banyak prestasi dengan lintas ilmu. Sayangnya, potensi ini tidak tampak secara nyata dewasa ini. Mengapa? Bisa jadi ini karena kesalahan treatment atau bahkan kesalahan pemberdayaan potensi. Bisa jadi pula ini kesalahan Kementerian Riset.Sabtu, 05 Mei 2012
Benarkah Ini Milik Saya?

Minggu, 29 April 2012
Idola: Bentuk lain dari Pengkultusan?
Bisa dibilang ini artikel pembelaan, rasionalisasi, atau sekedar katarsis karena saya tidak mampu bicara soal masalah ini. Saya suka Super Junior. Bener! Saya tahu album pertama hingga kelimanya. Mulai dari personilnya masih 12, kemudian jadi 13, hingga sekarang tinggal 10 member yang masih aktif. 1 masih wajib militer, 1 baru saja keluar dari wajib militer, dan yang 1 lagi 'katanya' fokus dengan akting tetapi saya malah nggak pernah denger lagi syuting film apa. Mau bukti? Saya bahkan ngepos satu lagunya di artikel saya, ini nihh..
Tapi, sueerr!!! Saya nggak sampai nangis-nangis pingin liat konsernya, nungguin kapan manggung, ngumpulin merchandise, dan lain sebagainya yang berbau ababil atau abege galau. Lho wong, saya saja nggak tertarik nonton konsernya. Saya cukup senang dengan mendengarkan mp3 lagu balladnya berputar di komputer dan hape saya :DSampai saat ini, saya tidak habis pikir kenapa mereka, yang baru saja tahu super junior, sudah sangat tergila-gila, terbius, bahkan mendewakan mereka. Mengatakan ganteng banget (-,-?), mengatakan segala kebaikan dan kehebatan para personilnya hingga menjadikan mereka prioritas serta objek rasionalisasi.
Ini murni ke-sotoy-an saya untuk menuliskan ini. Kalaupun elf (everlasting friends - fansnya super junior) sampai guling-guling, nangis enjot-enjotan, dorong-dorongan sampai pingsan waktu beli tiket konser, emangnya para personil super junior bakal ngapain? segila-gilanya fans menyembah apakah ada efeknya pada idolanya??
Fenomena ini membuat saya teringat pada kisah Sunan Muria *lho?
Sunan Muria adalah satu dari wali songo yang kemudian berdakwah di daerah Muria (Gunung Muria, Kudus). Di akhir kehidupannya, Beliau membakar pesantren dan masjidnya :0 Why? Sunan Muria yang waspada akan terjadi syirik yang kemungkinan akan muncul ketika Beliau membiarkan pesantrennya tetap ada. Sayangnya, tembikar wadah air yang tersisa, tetap saja menjadi sarana masyarakat untuk ber-syirik ria. Hmfhh.. sedihnyaa :(
Menurut Nietzsche, manusia selalu menginginkan sosok super atau Superman (Übermensch) yang serba wow untuk menjadi tempat mereka mengiba. Ada fenomena berhala yang merupakan patung orang-orang bijak, ada fenomena ratu adil, bahkan fenomena artis dan idola. Sama yang terjadi pada super junior.
Kebutuhan untuk mengidolakan, kebutuhan akan figur, kebutuhan akan sosok yang lebih dan wow, menjadi sandaran. Entah sebagai role model yang sebenarnya, bentuk lain dari kecintaan pada diri sendiri, atau sarana mencari comfort zone. Saya juga tidak bisa mengerti.
Saya merasa kasihan pada Super Junior, Artis yang didewakan, Sunan Muria, Para Shalafus Sholeh, bahkan pada Nabi Muhammad SAW. Apakah mereka memang menginginkan dan mengharapkan pengkultusan??
Ya Allah, memang hanya Engkau yang seharusnya kami dewakan dan muliakan.. []
Kamis, 26 April 2012
Seberapa Sholeh Dirimu?
Selasa, 17 April 2012
Sabtu, 24 Maret 2012
I Trust to You
Senin, 19 Maret 2012
Psikologi: Makanan Macam Apa?
Kemudian yang mampu saya lakukan adalah terdiam dengan muka bingung. Saya terlalu bingung untuk menjawab. Kenapa? Karena (1) Saya pun masih bingung akan bekerja apa setelah lulus dan sangaat banyak lahan yang bisa diraih oleh ilmu Psikologi; (2) Memberi test hanyalah setitik pekerjaan lulusan psikologi dari sekian banyak pekerjaan yang mampu dilakukan lulusan psikologi; dan (3) Banyak pihak yang ikut terlibat dalam intervensi terhadap orang gila, ada psikolog klinis, psikiater, perawat, terapis, atau mungkin dokter spesialis neurologi. Sangat sulit untuk membuat penilaian bahwa yang terlibat hanya psikolog semata.
Psikologi adalah ilmu yang masih sangat awam dan jarang dipahami orang lain. Ibu saya saja tidak begitu paham dengan apa yang sedang dan akan saya lakukan dengan status saya sebagai akademisi psikologi.
Psikologi berasal dari psike dan logos. Psike berarti jiwa sedangkan logos adalah ilmu. Jika dikombinasikan maka Psikologi bermakna sebagai Ilmu Jiwa. Namun sayang seribu sayang, jiwa adalah hal yang abstrak dan maya. Hal tersebut menjadikan jiwa sulit diteliti, diukur, dikenai treatmen, dan dijadikan sebagai objek formal ataupun material dari sebuah ilmu. Kenapa? Karena ilmu terikat oleh aturan-aturan ilmiah yan berlaku pada ilmu lain seperti biologi, fisika, ataupun kimia.
Nah, dengan demikian jiwa haruslah terejawantahkan pada sesuatu hal yang dapat diteliti, diukur, ataupun dikenai treatmen sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Perilaku adalah ejawantah dari jiwa. Oleh karena itu, Psikologi dipahami sebagai Ilmu Perilaku.
Akan tetapi jangan lupa bahwa perilaku itu tidak hanya sesuatu hal yang dapat kita lihat dan kita rasai saja. Terdapat dua jenis perilaku overt dan covert. Tampak dan tidak tampak. Perilaku tampak seperti berlari, berjalan, makan, minum. Perilaku tidak tampak adalah berpikir, melamun, menganalisa. Kedua perilaku tersebut diteliti dalam psikologi.
Jadi, Psikologi memperlajari perilaku manusia, mulai dari sebab perilaku, faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut muncul, aspek yang memunculkan perilaku, dampak perilaku tersebut terhadap pelaku, dampak perilaku terhadap orang lain, dampak perilaku terhadap orang lain, dan masih buaanyaak lagi.
Psikologi dengan ilmu yang abstrak dan dinamis ini menjadikan akademisi psikologi haruslah update. Maksudnya, ilmu psikologi akan terus berkembang dan bisa jadi, teori yang sebelumnya diakui kebenarannya tidak lagi diakui bahkan digugat.
Psikologi bukan ilmu para tukang ngetest. Psikologi bukan ilmu ramal. Psikologi bukan ilmu dukun. Psikologi bukan ilmu abrakadabra. Psikologi itu ilmu yang validitas dan reliabilitas bisa diuji, oke?
Psikologi: Makanan Macam Apa?
Kemudian yang mampu saya lakukan adalah terdiam dengan muka bingung. Saya terlalu bingung untuk menjawab. Kenapa? Karena (1) Saya pun masih bingung akan bekerja apa setelah lulus dan sangaat banyak lahan yang bisa diraih oleh ilmu Psikologi; (2) Memberi test hanyalah setitik pekerjaan lulusan psikologi dari sekian banyak pekerjaan yang mampu dilakukan lulusan psikologi; dan (3) Banyak pihak yang ikut terlibat dalam intervensi terhadap orang gila, ada psikolog klinis, psikiater, perawat, terapis, atau mungkin dokter spesialis neurologi. Sangat sulit untuk membuat penilaian bahwa yang terlibat hanya psikolog semata.
Psikologi adalah ilmu yang masih sangat awam dan jarang dipahami orang lain. Ibu saya saja tidak begitu paham dengan apa yang sedang dan akan saya lakukan dengan status saya sebagai akademisi psikologi.
Psikologi berasal dari psike dan logos. Psike berarti jiwa sedangkan logos adalah ilmu. Jika dikombinasikan maka Psikologi bermakna sebagai Ilmu Jiwa. Namun sayang seribu sayang, jiwa adalah hal yang abstrak dan maya. Hal tersebut menjadikan jiwa sulit diteliti, diukur, dikenai treatmen, dan dijadikan sebagai objek formal ataupun material dari sebuah ilmu. Kenapa? Karena ilmu terikat oleh aturan-aturan ilmiah yan berlaku pada ilmu lain seperti biologi, fisika, ataupun kimia.
Nah, dengan demikian jiwa haruslah terejawantahkan pada sesuatu hal yang dapat diteliti, diukur, ataupun dikenai treatmen sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Perilaku adalah ejawantah dari jiwa. Oleh karena itu, Psikologi dipahami sebagai Ilmu Perilaku.
Akan tetapi jangan lupa bahwa perilaku itu tidak hanya sesuatu hal yang dapat kita lihat dan kita rasai saja. Terdapat dua jenis perilaku overt dan covert. Tampak dan tidak tampak. Perilaku tampak seperti berlari, berjalan, makan, minum. Perilaku tidak tampak adalah berpikir, melamun, menganalisa. Kedua perilaku tersebut diteliti dalam psikologi.
Jadi, Psikologi memperlajari perilaku manusia, mulai dari sebab perilaku, faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut muncul, aspek yang memunculkan perilaku, dampak perilaku tersebut terhadap pelaku, dampak perilaku terhadap orang lain, dampak perilaku terhadap orang lain, dan masih buaanyaak lagi.
Psikologi dengan ilmu yang abstrak dan dinamis ini menjadikan akademisi psikologi haruslah update. Maksudnya, ilmu psikologi akan terus berkembang dan bisa jadi, teori yang sebelumnya diakui kebenarannya tidak lagi diakui bahkan digugat.
Psikologi bukan ilmu para tukang ngetest. Psikologi bukan ilmu ramal. Psikologi bukan ilmu dukun. Psikologi bukan ilmu abrakadabra. Psikologi itu ilmu yang validitas dan reliabilitas bisa diuji, oke?
Agama: Bukan Candu!
Selasa, 13 Maret 2012
Skripsweet 2: Berjalan bahkan Berlari di Tempat
What value left is there
in this world I live in?
I start thinking its all meaningless
or maybe I’m just tired?
In exchange for something I got
I gave up a number of precious things
but it’s not such a peaceful world
that I can lament each and every one.
What kind of dreams should I envision?
What kind of hopes should I take with me as I go forward?
These seemingly impossible to answer questions
Get buried in my day to day life.
If you were here I wonder what you would say?
you’d probably say I was being “gloomy” and have a laugh.
I just wish i could see your gentle smile to blow away my melancholy.
even if it’s a light like fireworks
that can never be caught
one more time, one more time,
one more time, one more time
I want to reach out for it.
We all carry sadness with us
but we hope for a better tomorrow
I wonder to what extent we can love a world
gripped by fear, thrown into unrest?
I get choked up on the words ’cause I think too much
I hate how clumsy I am
Yet oddly enough, I hate more how skillfully I can pretend.
Whether we spend the years laughing or crying
time passes the same for all
the future is calling to us
are you, now, hearing it too?
Even though we knew from the start
that we’d eventually have to say goodbye
one more time, one more time,
one more time, one more time
and as many times as I can I hope to see you again.
I never imagined that simply meeting you
could make the world seem so beautiful
would you laugh at me for being simple minded?
I want to say “thank you” to you from my heart.
I wish my heart flowed fast and smooth like water
so that it would not settle in one place.
For all those times when I need to see you
for those times when I’ll miss you so
one more time, one more time,
one more time, one more time
I want to burn your memory deep in me.
We all have our problems
but we hope for a better tomorrow
I wonder to what extent we can love a world
gripped by fear, thrown into unrest?
one more time, one more time,
one more time, one more time…
(Hanabi - Mr Children)
Minggu, 04 Maret 2012
Rumah Kaca
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | History |
| Author: | Pramoedya Ananta Toer |
Saya ingin menuliskan keempat novel tersebut dalam satu review sekaligus. Namun, karena hanya cukup mengupload satu gambar saja. Tak apalah jika review keempatnya saya beri judul Rumah Kaca.
Tetralogi novel ini adalah karya Pramoedya yang pertama kali saya tamatkan. Saya telah membaca beberapa novelnya seperti cerita dari Blora namun tak sempat habis saya baca.
Tetralogi novel ini dimulai dengan perjalanan Minke (tokoh utama novel ini) yang mengunjungi kediaman Nyai Ontosoroh dan jatuh hati pada Annellies dalam Bumi Manusia. Disinilah tumbuh bibit awal yang menjadi trigger bagi Minke untuk menulis dan menunjukkan pendapatnya mengenai kondisi bangsanya. Budaya kasta atau levelisasi masyrakat tampak nyata di novel ini. Tertinggi adalah Totok kemudian campuran dan terakhir pribumi. Di Bumi Manusia, kondisi ekonomi - sosio - kultural masyarakat Indonesia terutama Jawa (karena sangat terasa Jawasentris-nya), tergambar dengan jelas, gamblang, dan deskriptif.
Kehidupan Minke hingga Annellies meninggal terangkum dalam Bumi Manusia. Dalam Anak Seribu Bangsa, Minke yang ditinggal mati Annellies berjuang untuk hidup dan bergerak. Persoalan budaya, kondisi politik yang menghangat, terlebih karena buletin Medan yang dibuatnya. Menghembuskan nafas baru bagi kehidupan masyarakat Pribumi. Pembentukan awal organisasi pribumi pun diceritakan lugas. Pembaca akan menemui kesesuaian sejarah yang sering dipelajari di bangku sekolah dengan novel ini. Meski terdapat beberapa kontradiksi. Saya rasa, wajar jika novel ini pernah dibredel. Cerdas dan provokatif!
Pasang-surut kehidupan politik, kisah asmara Minke, dan hambatan sosial akhirnya mendorong Minke untuk hijrah dari Surabaya menuju Betawi yang tertuang dalam Jejak Langkah. Pergulatannya sebagai aktivis keorganisasian yang menerjang budaya dan kolonialisme sangat mengasyikkan untuk disimak. Sayangnya, jebakkan pengasingan menangkapnya dan berakhirlah novel ketiga.
Berbeda dengan ketiga novel sebelumnya yang ber-aku-an. Novel Rumah Kaca ditulis dengan sudut pandang Panggemanann, orang yang membuat Minke diasingkan. Sangat provokatif dan heboh. Banyak hal-hal mengejutkan ada dalam novel ini. Inilah mengapa novel ini dilarang terbit. Dianggap membuka rahasia negara!!
Saya terpukau dengan novel ini. Seperti saya terpukau dengan Srintil dalam Ronggeng Dukuh Paruk ataupun dengan Lanthiep dalam Para Priyayi. Saya rasa ini bukanlah novel namun benar-benar kisah nyata.
Mulai inisiasi Boedi Oetomo oleh Dr Wahidin, Berdirinya Boedi Oetomo, Sarikat Dagang Islam, Indistje Partij digambarkan dalam novel ini meskipun dengan penamaan yang berbeda. Tetapi saya yakin pembaca akan dapat dengan segera menebaknya.
A must reading novel! Saya yang bukan pecinta sejarah saja bisa merasa memiliki sejarah Indonesia. Selamat membaca, selamat menemukan keajaiban sastra dan sejarah Indonesia!