Minggu, 05 Agustus 2012

Biarkan Daku Mencari

dimanakah terselip makna? 

aku mencari, 
di helaan nafas, 
di decapan lidah, 
diuraian air mata, 
ataukah di tiap tetesan peluh yang menguning 

aku menguntai, 
di tengah riuhrendahnya suara 
di antara derunya mobil, becak, bus yang berhimpit 
mencari sedikit udara yang segar 
di dalam renyah dan ramainya gelegak asmara 

semuanya kosong 
bahkan di dalam siulan burung pagi 
ataupun decit pengerat di larut malam 

semuanya melompong, 
mungkin karena makna terlalu berharga sehingga 
arwah kelaparan menghisapnya atau, 
karena makna memang tak pernah ada 
hanya sebuah khayalan para skizofrenia 

kini kugelar lagi sajadah panjang itu 
yang mulai menguning dan berkarat, 
atau sudah rapuh serat benangnya 

kini kubentangkan lagi sajadah itu 
mulai kaki buaian hingga.. 
paling tidak hingga harihari dan malammalamku 
menggenapi dan mengganjili hidupku 
menjadi pertimbangan terbesar dalam pilihan kuadran prioritasku 

kini pasrah dan tunduk itu 
kini spirit dan jiwa itu 
tumbuh dan menjalar sepanjang sajadah 

Februari 2010 
*puisi repost dari catatan facebook

Untuk Penyair Itu

hai penyair, mengapa kau menulis syair 
tanyaku sore itu ditengah rinai hujan pada penyair berambut palsu 
dia hanya tersenyum. memamerkan gigi yang terendam nikotin. menguning 

penyair, mengapa kau habiskan waktumu 
menggubah ribuan kata, rima, dan bait 
gumamku, meringis hampir menangis 

padahal lebih baik kau menyapu, 
membersihkan gorong hitam para otak udang 
menyingkirkan nyeri anak-anak negri, 
yang tak terperi 

padahal lebih baik kau merangkul 
ribuan bilqis, nirmala bonat, atau mungkin aku 
yang takut tak mampu lagi menari saat 
hujan esok pagi 

kau tetap tersenyum, menggeleng sedikit 
meluruskan rambut palsumu, 
membiarkan aku menangis, menekuni gunungan puisimu 
yang tak kunjung ku mengerti 

22 Februari 2010
*puisi repost dari catatan facebook :)

Untuk Apa Saya Bertanya

Untuk apa saya hidup

karena kau hidup

telah hidup

dan harus hidup

 

Untuk apa saya berjuang

karena untuk hidup harus berjuang

kalau tidak berjuang itu mati

dan tanpa berjuang itu mayat hidup

yang berjalan setelah dikecup dementor

 

Untuk apa saya ada

karena sudah diciptakan ada

dan dikehendaki ada

variabel-variabel nasib menjadikan ada

 

sebenarnya tidak ada jawaban

tidak ada pilihan

karena jika hidup memang harus berjuang

jika tidak, mati saja

tapi jangan pernah mengharap surga

 

pilihan terbaik adalah hidup dengan perjuangan yang tiada kira

menuju satu titik yang nyata dan pasti ada

 

apa saya perlu lagi bertanya?


15 Juli 2011

*puisi repost dari catatan facebook :)

Sabtu, 04 Agustus 2012

Apa yang Paling Berharga?

Aku tak bisa hidup tanpamu..
Begitu pecinta berkata pada kekasihnya
Saya cemburu,
Saya tak mampu mengungkap cinta
Bibir saya terlalu kelu
Rasa-rasanya cinta tak pernah hinggap di lidahku, juga di hatiku

Ibu dan Ayah bertengkar pagi tadi
Ayah terdiam, dingin, angkuh
Ibu menangis, lirih, sesenggukan
Katanya, mereka saling mencinta
Tapi mengapa aku tak juga paham cinta yang terungkap dari es yang dingin, atau air mata yang hangat
Mungkin memang, aku tak pernah paham kau, cinta

Sms ku pada dosen tak terjawab
Revisian skripsiku menumpuk. Aku rasa, aku mencintai skripsi
Tapi entah lah, mungkin aku sudah mati rasa

Selama ini aku hidup baik-baik saja, aku rasa
Berteman, bercanda, belajar 
Tapi, aku tak pernah tahu apakah itu semua karena aku cinta

Aahh.. Mungkin cinta sudah tercuri
Atau hanya ada di negeri liliput dan surga
Jangan-jangan, cinta hanya milik Tuhan.


Bagaimana jika aku mencintaiMu saja, Tuhan?