Sugeng Rawuh! Blog ini menjadi media untuk berbagi segala hal mengenai psikologi. Selamat belajar psikologi. Selamat merealisasi mimpi.
Sabtu, 24 Maret 2012
I Trust to You
Senin, 19 Maret 2012
Psikologi: Makanan Macam Apa?
Kemudian yang mampu saya lakukan adalah terdiam dengan muka bingung. Saya terlalu bingung untuk menjawab. Kenapa? Karena (1) Saya pun masih bingung akan bekerja apa setelah lulus dan sangaat banyak lahan yang bisa diraih oleh ilmu Psikologi; (2) Memberi test hanyalah setitik pekerjaan lulusan psikologi dari sekian banyak pekerjaan yang mampu dilakukan lulusan psikologi; dan (3) Banyak pihak yang ikut terlibat dalam intervensi terhadap orang gila, ada psikolog klinis, psikiater, perawat, terapis, atau mungkin dokter spesialis neurologi. Sangat sulit untuk membuat penilaian bahwa yang terlibat hanya psikolog semata.
Psikologi adalah ilmu yang masih sangat awam dan jarang dipahami orang lain. Ibu saya saja tidak begitu paham dengan apa yang sedang dan akan saya lakukan dengan status saya sebagai akademisi psikologi.
Psikologi berasal dari psike dan logos. Psike berarti jiwa sedangkan logos adalah ilmu. Jika dikombinasikan maka Psikologi bermakna sebagai Ilmu Jiwa. Namun sayang seribu sayang, jiwa adalah hal yang abstrak dan maya. Hal tersebut menjadikan jiwa sulit diteliti, diukur, dikenai treatmen, dan dijadikan sebagai objek formal ataupun material dari sebuah ilmu. Kenapa? Karena ilmu terikat oleh aturan-aturan ilmiah yan berlaku pada ilmu lain seperti biologi, fisika, ataupun kimia.
Nah, dengan demikian jiwa haruslah terejawantahkan pada sesuatu hal yang dapat diteliti, diukur, ataupun dikenai treatmen sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Perilaku adalah ejawantah dari jiwa. Oleh karena itu, Psikologi dipahami sebagai Ilmu Perilaku.
Akan tetapi jangan lupa bahwa perilaku itu tidak hanya sesuatu hal yang dapat kita lihat dan kita rasai saja. Terdapat dua jenis perilaku overt dan covert. Tampak dan tidak tampak. Perilaku tampak seperti berlari, berjalan, makan, minum. Perilaku tidak tampak adalah berpikir, melamun, menganalisa. Kedua perilaku tersebut diteliti dalam psikologi.
Jadi, Psikologi memperlajari perilaku manusia, mulai dari sebab perilaku, faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut muncul, aspek yang memunculkan perilaku, dampak perilaku tersebut terhadap pelaku, dampak perilaku terhadap orang lain, dampak perilaku terhadap orang lain, dan masih buaanyaak lagi.
Psikologi dengan ilmu yang abstrak dan dinamis ini menjadikan akademisi psikologi haruslah update. Maksudnya, ilmu psikologi akan terus berkembang dan bisa jadi, teori yang sebelumnya diakui kebenarannya tidak lagi diakui bahkan digugat.
Psikologi bukan ilmu para tukang ngetest. Psikologi bukan ilmu ramal. Psikologi bukan ilmu dukun. Psikologi bukan ilmu abrakadabra. Psikologi itu ilmu yang validitas dan reliabilitas bisa diuji, oke?
Psikologi: Makanan Macam Apa?
Kemudian yang mampu saya lakukan adalah terdiam dengan muka bingung. Saya terlalu bingung untuk menjawab. Kenapa? Karena (1) Saya pun masih bingung akan bekerja apa setelah lulus dan sangaat banyak lahan yang bisa diraih oleh ilmu Psikologi; (2) Memberi test hanyalah setitik pekerjaan lulusan psikologi dari sekian banyak pekerjaan yang mampu dilakukan lulusan psikologi; dan (3) Banyak pihak yang ikut terlibat dalam intervensi terhadap orang gila, ada psikolog klinis, psikiater, perawat, terapis, atau mungkin dokter spesialis neurologi. Sangat sulit untuk membuat penilaian bahwa yang terlibat hanya psikolog semata.
Psikologi adalah ilmu yang masih sangat awam dan jarang dipahami orang lain. Ibu saya saja tidak begitu paham dengan apa yang sedang dan akan saya lakukan dengan status saya sebagai akademisi psikologi.
Psikologi berasal dari psike dan logos. Psike berarti jiwa sedangkan logos adalah ilmu. Jika dikombinasikan maka Psikologi bermakna sebagai Ilmu Jiwa. Namun sayang seribu sayang, jiwa adalah hal yang abstrak dan maya. Hal tersebut menjadikan jiwa sulit diteliti, diukur, dikenai treatmen, dan dijadikan sebagai objek formal ataupun material dari sebuah ilmu. Kenapa? Karena ilmu terikat oleh aturan-aturan ilmiah yan berlaku pada ilmu lain seperti biologi, fisika, ataupun kimia.
Nah, dengan demikian jiwa haruslah terejawantahkan pada sesuatu hal yang dapat diteliti, diukur, ataupun dikenai treatmen sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Perilaku adalah ejawantah dari jiwa. Oleh karena itu, Psikologi dipahami sebagai Ilmu Perilaku.
Akan tetapi jangan lupa bahwa perilaku itu tidak hanya sesuatu hal yang dapat kita lihat dan kita rasai saja. Terdapat dua jenis perilaku overt dan covert. Tampak dan tidak tampak. Perilaku tampak seperti berlari, berjalan, makan, minum. Perilaku tidak tampak adalah berpikir, melamun, menganalisa. Kedua perilaku tersebut diteliti dalam psikologi.
Jadi, Psikologi memperlajari perilaku manusia, mulai dari sebab perilaku, faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut muncul, aspek yang memunculkan perilaku, dampak perilaku tersebut terhadap pelaku, dampak perilaku terhadap orang lain, dampak perilaku terhadap orang lain, dan masih buaanyaak lagi.
Psikologi dengan ilmu yang abstrak dan dinamis ini menjadikan akademisi psikologi haruslah update. Maksudnya, ilmu psikologi akan terus berkembang dan bisa jadi, teori yang sebelumnya diakui kebenarannya tidak lagi diakui bahkan digugat.
Psikologi bukan ilmu para tukang ngetest. Psikologi bukan ilmu ramal. Psikologi bukan ilmu dukun. Psikologi bukan ilmu abrakadabra. Psikologi itu ilmu yang validitas dan reliabilitas bisa diuji, oke?
Agama: Bukan Candu!
Selasa, 13 Maret 2012
Skripsweet 2: Berjalan bahkan Berlari di Tempat
What value left is there
in this world I live in?
I start thinking its all meaningless
or maybe I’m just tired?
In exchange for something I got
I gave up a number of precious things
but it’s not such a peaceful world
that I can lament each and every one.
What kind of dreams should I envision?
What kind of hopes should I take with me as I go forward?
These seemingly impossible to answer questions
Get buried in my day to day life.
If you were here I wonder what you would say?
you’d probably say I was being “gloomy” and have a laugh.
I just wish i could see your gentle smile to blow away my melancholy.
even if it’s a light like fireworks
that can never be caught
one more time, one more time,
one more time, one more time
I want to reach out for it.
We all carry sadness with us
but we hope for a better tomorrow
I wonder to what extent we can love a world
gripped by fear, thrown into unrest?
I get choked up on the words ’cause I think too much
I hate how clumsy I am
Yet oddly enough, I hate more how skillfully I can pretend.
Whether we spend the years laughing or crying
time passes the same for all
the future is calling to us
are you, now, hearing it too?
Even though we knew from the start
that we’d eventually have to say goodbye
one more time, one more time,
one more time, one more time
and as many times as I can I hope to see you again.
I never imagined that simply meeting you
could make the world seem so beautiful
would you laugh at me for being simple minded?
I want to say “thank you” to you from my heart.
I wish my heart flowed fast and smooth like water
so that it would not settle in one place.
For all those times when I need to see you
for those times when I’ll miss you so
one more time, one more time,
one more time, one more time
I want to burn your memory deep in me.
We all have our problems
but we hope for a better tomorrow
I wonder to what extent we can love a world
gripped by fear, thrown into unrest?
one more time, one more time,
one more time, one more time…
(Hanabi - Mr Children)
Minggu, 04 Maret 2012
Rumah Kaca
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | History |
| Author: | Pramoedya Ananta Toer |
Saya ingin menuliskan keempat novel tersebut dalam satu review sekaligus. Namun, karena hanya cukup mengupload satu gambar saja. Tak apalah jika review keempatnya saya beri judul Rumah Kaca.
Tetralogi novel ini adalah karya Pramoedya yang pertama kali saya tamatkan. Saya telah membaca beberapa novelnya seperti cerita dari Blora namun tak sempat habis saya baca.
Tetralogi novel ini dimulai dengan perjalanan Minke (tokoh utama novel ini) yang mengunjungi kediaman Nyai Ontosoroh dan jatuh hati pada Annellies dalam Bumi Manusia. Disinilah tumbuh bibit awal yang menjadi trigger bagi Minke untuk menulis dan menunjukkan pendapatnya mengenai kondisi bangsanya. Budaya kasta atau levelisasi masyrakat tampak nyata di novel ini. Tertinggi adalah Totok kemudian campuran dan terakhir pribumi. Di Bumi Manusia, kondisi ekonomi - sosio - kultural masyarakat Indonesia terutama Jawa (karena sangat terasa Jawasentris-nya), tergambar dengan jelas, gamblang, dan deskriptif.
Kehidupan Minke hingga Annellies meninggal terangkum dalam Bumi Manusia. Dalam Anak Seribu Bangsa, Minke yang ditinggal mati Annellies berjuang untuk hidup dan bergerak. Persoalan budaya, kondisi politik yang menghangat, terlebih karena buletin Medan yang dibuatnya. Menghembuskan nafas baru bagi kehidupan masyarakat Pribumi. Pembentukan awal organisasi pribumi pun diceritakan lugas. Pembaca akan menemui kesesuaian sejarah yang sering dipelajari di bangku sekolah dengan novel ini. Meski terdapat beberapa kontradiksi. Saya rasa, wajar jika novel ini pernah dibredel. Cerdas dan provokatif!
Pasang-surut kehidupan politik, kisah asmara Minke, dan hambatan sosial akhirnya mendorong Minke untuk hijrah dari Surabaya menuju Betawi yang tertuang dalam Jejak Langkah. Pergulatannya sebagai aktivis keorganisasian yang menerjang budaya dan kolonialisme sangat mengasyikkan untuk disimak. Sayangnya, jebakkan pengasingan menangkapnya dan berakhirlah novel ketiga.
Berbeda dengan ketiga novel sebelumnya yang ber-aku-an. Novel Rumah Kaca ditulis dengan sudut pandang Panggemanann, orang yang membuat Minke diasingkan. Sangat provokatif dan heboh. Banyak hal-hal mengejutkan ada dalam novel ini. Inilah mengapa novel ini dilarang terbit. Dianggap membuka rahasia negara!!
Saya terpukau dengan novel ini. Seperti saya terpukau dengan Srintil dalam Ronggeng Dukuh Paruk ataupun dengan Lanthiep dalam Para Priyayi. Saya rasa ini bukanlah novel namun benar-benar kisah nyata.
Mulai inisiasi Boedi Oetomo oleh Dr Wahidin, Berdirinya Boedi Oetomo, Sarikat Dagang Islam, Indistje Partij digambarkan dalam novel ini meskipun dengan penamaan yang berbeda. Tetapi saya yakin pembaca akan dapat dengan segera menebaknya.
A must reading novel! Saya yang bukan pecinta sejarah saja bisa merasa memiliki sejarah Indonesia. Selamat membaca, selamat menemukan keajaiban sastra dan sejarah Indonesia!