aku mencari,
di helaan nafas,
di decapan lidah,
diuraian air mata,
ataukah di tiap tetesan peluh yang menguning
aku menguntai,
di tengah riuhrendahnya suara
di antara derunya mobil, becak, bus yang berhimpit
mencari sedikit udara yang segar
di dalam renyah dan ramainya gelegak asmara
semuanya kosong
bahkan di dalam siulan burung pagi
ataupun decit pengerat di larut malam
semuanya melompong,
mungkin karena makna terlalu berharga sehingga
arwah kelaparan menghisapnya atau,
karena makna memang tak pernah ada
hanya sebuah khayalan para skizofrenia
kini kugelar lagi sajadah panjang itu
yang mulai menguning dan berkarat,
atau sudah rapuh serat benangnya
kini kubentangkan lagi sajadah itu
mulai kaki buaian hingga..
paling tidak hingga harihari dan malammalamku
menggenapi dan mengganjili hidupku
menjadi pertimbangan terbesar dalam pilihan kuadran prioritasku
kini pasrah dan tunduk itu
kini spirit dan jiwa itu
tumbuh dan menjalar sepanjang sajadah
Februari 2010
*puisi repost dari catatan facebook
Tidak ada komentar:
Posting Komentar