Minggu, 05 Agustus 2012

Biarkan Daku Mencari

dimanakah terselip makna? 

aku mencari, 
di helaan nafas, 
di decapan lidah, 
diuraian air mata, 
ataukah di tiap tetesan peluh yang menguning 

aku menguntai, 
di tengah riuhrendahnya suara 
di antara derunya mobil, becak, bus yang berhimpit 
mencari sedikit udara yang segar 
di dalam renyah dan ramainya gelegak asmara 

semuanya kosong 
bahkan di dalam siulan burung pagi 
ataupun decit pengerat di larut malam 

semuanya melompong, 
mungkin karena makna terlalu berharga sehingga 
arwah kelaparan menghisapnya atau, 
karena makna memang tak pernah ada 
hanya sebuah khayalan para skizofrenia 

kini kugelar lagi sajadah panjang itu 
yang mulai menguning dan berkarat, 
atau sudah rapuh serat benangnya 

kini kubentangkan lagi sajadah itu 
mulai kaki buaian hingga.. 
paling tidak hingga harihari dan malammalamku 
menggenapi dan mengganjili hidupku 
menjadi pertimbangan terbesar dalam pilihan kuadran prioritasku 

kini pasrah dan tunduk itu 
kini spirit dan jiwa itu 
tumbuh dan menjalar sepanjang sajadah 

Februari 2010 
*puisi repost dari catatan facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar