Begitu pecinta berkata pada kekasihnya
Saya cemburu,
Saya tak mampu mengungkap cinta
Bibir saya terlalu kelu
Rasa-rasanya cinta tak pernah hinggap di lidahku, juga di hatiku
Ibu dan Ayah bertengkar pagi tadi
Ayah terdiam, dingin, angkuh
Ibu menangis, lirih, sesenggukan
Katanya, mereka saling mencinta
Tapi mengapa aku tak juga paham cinta yang terungkap dari es yang dingin, atau air mata yang hangat
Mungkin memang, aku tak pernah paham kau, cinta
Sms ku pada dosen tak terjawab
Revisian skripsiku menumpuk. Aku rasa, aku mencintai skripsi
Tapi entah lah, mungkin aku sudah mati rasa
Selama ini aku hidup baik-baik saja, aku rasa
Berteman, bercanda, belajar
Tapi, aku tak pernah tahu apakah itu semua karena aku cinta
Aahh.. Mungkin cinta sudah tercuri
Atau hanya ada di negeri liliput dan surga
Jangan-jangan, cinta hanya milik Tuhan.
Bagaimana jika aku mencintaiMu saja, Tuhan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar