| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Action & Adventure |
Kesan pertama saya setelah selesai nonton film ini. Baru kemarin saya selesai nonton film ini dan sekarang udah nulis reviewnya :). Sudah pernah nonton film ini? Film ini adalah film yang melambungkan nama Wonbin karena memang aktingnya keren banget.
Taegukgi, film ini berkisah tentang dua kakak-beradik Lee Jun Tae (Jang Dong Gun) dan Lee Jun Seok (Wonbin) dengan setting Perang Korea di tahun 1950. Film ini dimulai dari penggalian para arkeolog di tempat dimana pernah terjadi perang Korea lima puluh tahun kemudian. Lee Jun Tae adalah seorang kakak pembuat dan penyemir sepatu yang sangat menyayangi adiknya dan mencintai Ibunya yang tak lagi bisa bicara setelah ayahnya mati. Lee Jun Seok adalah pemuda berusia delapan belas tahun yang pintar. Cita-cita Jun Tae adalah menjadikan Jun Seok masuk universitas.
Keluarga tersebut bahagia. Beserta Young Min (Lee Eun Joo), tunangan Jun Tae, dan tiga adiknya, mereka hidup bahagia hingga pecahlah perang Korea di awal tahun 1950 sehingga muncul wajib militer. Disinilah cerita dimulai. Kedua bersaudara ini kemudian dikenai wajib militer dan berperang dalam satu batalyon. Jun Tae yang sangat menyayangi adiknya berobsesi mendapatkan medali sehingga ia dapat mengirim Jun Seok pulang. Jun Seok yang lemah fisiknya tidak suka melihat kelakuan kakaknya, ia ingin bersama dengan kakaknya.
Intrik kakak beradik, panasnya kondisi psikologis perang sangat tergambar dalam film ini. Keren banget! Semua darah, ledakan, tembakan feel so real dan mengerikan. Adegan yang paling mengerikan adalah ketika operasi dilakukan manual tanpa pembiusan hingga luka yang ditempeli belatung. Ngenes banget :(
Saya sarankan buat yang nggak kuat liat darah, tembak-tembakan yang sadis, atau jarang nonton film action, waspada saja karena hampir 85% film ini isinya kekerasan perang. Suer! nonton film ini sambil merinding, menyengit sadis, dan nangis.
Klimaks film ini mulai tampak ketika Jun Seok semakin tidak menyukai perilaku Jun Tae yang sepertinya gila hormat. Jun Tae tidak lagi seperti Jun Tae yang dulu, menjadi lebih sadis dan tidak berperikemanusiaan. Hingga akhirnya Jun Seok hilang kepercayaan pada kakaknya.
Adegan paling mengharukan ketika Young Min mati ditembak gerakan anti-komunis yang menuduhnya berubah haluan menjadi komunis. Jun Tae dan Jun Seok berusaha melindungi tapi tak sanggup hingga akhirnya mereka berdua dituduh menjadi pemberontak. Mereka berdua kemudian terpisah dimana Jun Tae mengira bahwa Jun Seok telah mati dibakar oleh batalyon tempat mereka di penjara.
Klimaks yang sangat mengharukan ketika Jun Seok berusaha maju ke medan perang, menyerahkan diri pada Korea Utara untuk menemui Jun Tae yang berkhianat dan menjadi kapten di pasukan Korea Utara karena kekecewaannya atas kematian Jun Seok. Mereka berdua bergumul, bertarung, hingga Jun Tae sadar bahwa Jun Seok masih hidup tetapi sayangnya Jun Tae akhirnya mati ditembaki seribu peluru.
Dalam film ini kerasa banget permainan politik di dalamnya. Korea Selatan dibantu USA sebagai lambang kapitalis dan Korea Utara dibantu Cina adalah komunis. Permainan kepentingan memang selalu ada dalam perang, menyedihkan :(
Yang paling suprising for me adalah kondisi perang yang sangat panas, jauh dari keakraban dan Tuhan. Penuh dengan umpatan, hawa nafsu, kemarahan, dan perang yang tanpa adab. Yakin deh... Isinya kayak orang yang nggak bermoral dimana mereka (baik KorSel ataupu KorUt) menembaki pasukan tanpa senjata, membunuhi penduduk. Sadiss gila!!
Sewaktu nonton film ini memang bener-bener miris. Komunis vs kapitalis memang sudah musuhan sejak zaman purba. Perang ini pun adalah perang komunis vs kapitalis. Mereka berbeda dan nggak mungkin bisa bersatu (ini pikirku).
Yang jelas perang memang selalu membawa kesengsaraan bagi siapapun, dan memang ada beberapa hal yang hanya bisa selesai dengan perang (kayak kemerdekaan kita, kan harus perang, perundingan nggak pernah ada benernya)
Coba mereka orang Islam (begitu pikirku), Islam tidak mungkin sadis seperti itu karena Islam punya adab berperang. Coba yang perang orang Islam, pasti tidak akan muncul kesengsaraan macam itu. Perang dalam Islam nggak mungkin mbunuh tawanan, mengadu mereka seperti ngadu ayam, membunuh penduduk sipil, dan mengumpat-umpat karena Islam membunuh bukan dendam tetapi karena mereka adalah musuh (tuh.. Islam emang keren banget kan :)
Meskipun perang adalah solusi terakhir yang sangat terpaksa diambil, mbok ya nggak gitu-gitu banget kalau perang. Di film, ini, kondisi perang menjadikan mereka tidak lagi manusia, sudah persis seperti binatang, ngeri banget! Kayak nggak punya perasaan lagi.
Yang pasti, film ini keren banget!!! Mulai dari ceritanya, akting pemainnya, darah, tembakan, atau ledakan yang so real dan ngeri banget, hingga hikmah yang bisa diambil. Nonton film ini justru menjadikan aku lebih cinta Islam dan yakin kalau aturan dan moral dalam Islam bener-bener jawaban.
Nonton film ini bikin kamu nangis darah, banjir air mata melihat persaudaraan mereka berdua dan semakin benci sama perang yang cuma bisa memberikan penderitaan. Selamat nonton, selamat mengurai hikmah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar