Rabu, 12 Oktober 2011

Ichi Rittoru no Namida (1 litre of tears)

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Kids & Family
こんにちは、お元気ですか?
Kon'nichiwa, o genkidesu ka?

After re-watching 1 litre of tears, I exactly glad to make it's review. Drama ini sudah dirilis sejak 2005 dan meskipun sudah hampir 6 tahun, masih banyak yang menyukainya, termasuk saya :)

Lucu rasanya ketika saya hendak menulis reviewnya karena saya hampir yakin, kalian semua pasti sudah pernah menontonnya. Allright, I just want to write my opinion about this drama..

Kalau mau mengatakan bahwa drama ini berjudul 1 litre of tears, judul ini bener-bener membuat kita menangis satu liter. Mungkin bisa lebih, setiap episodenya yang ada 11 ini, pasti meminta kita untuk menangis tersedu-sedu. Entah perasaan Ikeuchi Aya (Erika Sawajiri) yang berjuang melawan penyakitnya, penerimaan keluarganya, hubungan dengan dengan teman, ataupun ucapan selamat tinggal pada Aso Haruto (Ryu Nishikido).

Waduh.. jadi spechless karena kepingin nangis. Almost, di setiap drama yang menyentuh dan melibatkan perasaan mendalam ataupun hikmah, pertanyaan yang paling hakiki adalah untuk apa saya hidup, apa tujuan dari kehidupan yang saya jalani.

Hikmah ini juga muncul di 1 litre of tears. Mengapa Aya tetap hidup dan memilih untuk berjuang dalam hidupnya tentu didasari pada pertanyaan akan hakikat kehidupannya. Ketika seseorang tidak melihat adanya masa depan, kehampaan hidup, atau tidak ada lagi gunanya hidup. Hal paling mendasar yang membentengi orang tersebut untuk tetap hidup, berjuang untuk terus bermakna dalam hidup, dan bahagia akan hidupnya adalah prinsip tersebut.

Tidak mungkin seseorang yang tidak yakin akan tujuan hidupnya akan berjuang sekeras itu untuk hidup. Ketika seseorang memilih untuk terus hidup, tentulah ia memiliki pengharapan atas kehidupannya. Masa depan.

Saya rasa, ketika saya berada di kondisi Aya, yang kemudian tidak memiliki alasan mengapa saya harus bertahan hidup. Saya akan memilih mati. Toh, untuk apa saya hidup karena sudah bisa dipastikan masa depan saya pasti kelam, waktu saya terbatas, dan saya akan kehilangan semua kemampuan saya seberapa keras pun saya menempa.

Two thumbs up! Untuk orang-orang hebat yang meski waktunya sudah dipastikan singkat tetapi tidak pernah kehilangan semangat untuk berjuang.

SEMANGAAT!!! Karena kita tidak tahu apa yang terjadi di depan, bukankah ini menyenangkan untuk mengguratnya perlahan dengan pengharapan dan kesenangan yang besar. Mari hidup, mari berjuang, mari berkarya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar